

Belum hilang rasa kekaguman warga Padang Panjang terhadap lafaz ALLah yang tertulis pada sebuah batu di Bukit Tui,kini seorang bayi berusia empat hari ,Sunanul
Huda,tiba- tiba menjadi pusat perhatian seluruh warga Padang Panjang dan sekitarnya.Pasalnya bayi yang lahir pada hari Kamis(29/3) sekitar pukul 02.00 WIB
dini hari itu memiliki daun telinga yang menyerupai huruf arab berlafazkan ayat-ayat
Suci AlQuran. Yang lebih menarik perhatian para pengunjung adalah kedua daun telinga putra pasangan suami isteri Murizal(36)dan Lenny Suryani (28) ini memiliki tulisan arab
yang berbeda.Telinga sebelah kanannya menyerupai tulisan Arab yang berlafazdkan
ALLAH,sedang telinga sebelah kiri menyerupai tulisan Muhammad.
Bidan Hj Net kepada penulis di tempat persalinanya diJalan Sudirman No 214 ,Padang
Panjang,mengakui selama membantu persalinan ibu-ibu yang melahirkan ,baru kali ini melihat bayi yang lahir dengan memiliki daun telinga yang bertuliskan huruf arab.”Kalau membantu bayi yang memliki kelainan sudah sering,namun ini baru pertama kali bayi yang terlahir dengan memiliki keajaiban”ujarnya.
Hj Net mengakui waktu diperiksa tidak ada melihat tanda-tanda aneh pada kehamilan
warga RT IV,Ngalau,Padang Panjang Timur itu.Hanya saja sang ibu waktu akan melahirkan merasa sakit yang agak lama dari biasa seorang ibu yang akan melahirkan.Sebelum persalinan dilakukan malam saya merasa agak gelisah.Kegelisahan yang tidak biasa saya rasakan”katanya.
Menurut Hj Net,keanehan yang dimiliki bayi itu baru diketahui ketika telinga bayi itu dibersihkan.Karena seperti biasanya seorang bayi yang telah lahir selalu dibersihkan dari kotoran dan darah yang melekat pada tubuh bayi tersebut. “Saya terkejut dan seolah tidak percaya apa yang dilihat,Telinga bayi tersebut bertuliskan tulisan arab yang berlafazkan ayat Al Quran seperti Lafazd Allah.Lebih terkejut lagi pada daun telinganya sebelah kiri nya berlafazkan Muhammad”tuturnya.
Hj Net sempat kewalahan menerima pengunjung yang datang unutk melihat keajaiban
seorang bayi yang lahir disana,Saat ini bayi ini masih berada diruang persalinan Hj Net,terpaksa memajang photo sang bayi didinding ruang tamu guna mengantisipasai
hal-hal yang tidak diingini.
“Ambo maraso iko adalah barokah nan alah diagaiahkan ALLAH SWT ka kami,semenjak kehamilan anak kami ko,kami salalu membaco ayat-ayat suci Al Quran.Begitu j”uga dengan Uda hampir setiap saat mambaco Kulimah ALLAH unutk jabang bayi kata Lenny Suryani(28) warga RT IV,Ngalau.Padang Panjang Timur.ketika penulis menghampirinya di tempat persalinan bidan Hj Net,Jalan Sudirman,No 214.Padang Panjang,Sabtu(31/3).Sambil mempersilahkan penulis duduk,ibu dua anak ini menceritakan tentang kondisinya sebelum melahirkan.
Ia menyebutkan sebelum melahirkan rasa sakit yang dialami terlalu sering.
Padahal untuk seorang ibu yang akan melahirkan rasa sakit itu tiba ketika orok akan
keluar.Itupun dibarengi dengan pecahnya gumpalan air ketuban.Disamping tidak ada
tanda atau kejadian aneh yang mereka lamai menjelang sang bayi lahir.
Namun bagi istri Murizal(35) ini rasa sakit yang dialaminya malah berlanjut sebulan
sebelum melahirkan,anak belum juga lahir padahal rasa sakit sudah tak tertahankan
.Malam Rabu(28/3)sekitar pukul 24.00 WIB raso sakik indak tatahan ,dibantu tetangga
ambo dibaok kasiko”tuturnya sembari menyusukan sikecil.
Dikatakan,dirinya baru tahu bahwa sang anak yang lahir dengan berat badan 3 Kg dan
panjang 50 cm itu memiliki keanehan dari bidan yang membantu persalinan.Sepertinya
tidak percaya atas ucapan bidan,Iapun mencoba melihat dari dekat.
Setelah mengetahaui kan kebenaran laporan sang bidan.Ia sempat merasa semua tulang
persendianya lemas kembali,dirinya merinding.”Tarimo kasih ya ALLAH,puji dan syukur Engkau perlihatkan kepada kami”gumamnya
Yang lebih membuat pasangan ini tak habis pikir yaitu ketika diazankan.Dia sepertinya
mendengar dengan baik,mulut kecilnya komit-kamit dan menggerakan kepala.”Saolah-olah mancaliakan kaduo talingonyo ka kami” tutur Murizal.
Hal ini juga dilakukan oleh sibayi ketika para pengunjung yang ingin melihat dari dekat.Dirinya seperti megerti diperhatikan,tanpa tangis ,tanpa rengek bagaimana
layaknya bayi kecil .Hanyo sajo kami berharap semoga anak kami ini manjadi urang shaleh,taat baugamo.patuah kapado ALLAH,manjalankan sunah Rasul “katanya mengakhiri.(Dasriel)
Baca juga di Koran Harian POSMETRO PADANG,Edisi Senin,2 April 2007